Sabtu, 14 Januari 2012


Ayat-Ayat Cinta - Habiburrahman El-Shirazy

"Sesekali dalam ketenangan sastera Indonesia datang mengejut gelora seni yang tidak tersangkakan. Jika dulu pernah hadir "Ateist", "Perburuan", "Pulang", "Merahnya Merah" dan "Bumi Manusia", kini tampaknya gelora itu datang dalam bentuk "Ayat-ayat Cinta" pula. Ternyata ia adalah sebuah novel yang sangat memujuk dan menghiburkan. Dengan bahasa yang sederhana mengalir, novel ini menghadapkan kita kepada sekolempok mahasiswa Indonesia yang tidak saja tekun menangguk ilmu, malam berupaya mengisi kehidupan dengan penuh sabar. "Ayat-ayat Cinta" memangnya pintar mengheret kita menjejaki - malah menghidu - perhubungan Fahri (Indonesia) dan Maria (Mesir) secara penuh mengajar, menghantar isyarat dan kebijaksanaan baru melalui perhubungan sopan antara insan dua negara. Rasanya memang sesekali kisah cinta yang Islami begini sempat disampaikan dengan penuh tertib. Maka itu, tidak membacanya seperti sengaja melepaskan peluang untuk mencium bau, merasa iklim dan memahami gerak hidup insan Indonesia baru di luar dan di dalam negaranya."

Tiada ulasan:

Catat Ulasan